Showing posts with label Berita Politik. Show all posts
Showing posts with label Berita Politik. Show all posts

DALAM SATU WAKTU KPK RINGKUS 5 ORANG YANG TERJERAT DALAM KORUPSI




SIARANINDO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bengkulu. Sebelumnya KPK juga melakukan OTT di Mojekerto, Jawa Timur.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, penangkapan dilakukan karena KPK menduga adanya transaksi yang terjadi antara pihak swasta dan pihak penyelenggara setempat. Namun, dia tidak mengungkapkan siapa saja yang terjaring dalam penangkapan tersebut.

"Benar, hari ini KPK melakukan OTT di Bengkulu. Kita mengamankan lima orang di lokasi," ujar Febri saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (20/6/2017).

Dia menerangkan, dalam penangkapan ini tim KPK mengamankan sejumlah uang dalam pecahan mata uang rupiah di dalam kardus. Sore ini, tutur dia pihak yang diamankan akan diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 


"Kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum penentuan status hukum mereka. KPK memiliki waktu paling lama 24 jam," ucapnya. 
Share:

MESKI DI DALAM PENJARA, AHOK MASIH MEMIKIRKAN PEMBANGUNAN MESJID DI IBUKOTA



Tak terasa sudah satu setengah bulan sejak Ahok divonis dua tahun penjara dan langsung ditahan dan akhirnya ditempatkan di Mako Brimob. Jangan heran, jika nanti dipotong remisi sana-sini, tanpa terasa kita akan tiba pada pembebasan Ahok. Di dalam penjara, Ahok banyak meluangkan waktu untuk tetap beraktivitas untuk mengusir bosan. Tapi meski sudah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur, jangan dikira dia tidak lagi peduli.

Dalam beberapa kesempatan, Djarot menyempatkan waktu mengunjungi Ahok. Dalam pertemuan terakhir, Ahok meminta Djarot merampungkan pembangunan Masjid Jami Al Mubarokah sebelum Oktober 2017. Masjid tersebut letaknya di seberang RPTRA Kalijodo. “Karena waktu itu yang meletakkan batu pertama kan Pak Ahok setelah peresmian Kalijodo baru kita bangun masjid Al Mubarokah ya,” ujar Djarot di Balai Kota.

Ahok melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al Mubarokah pada Februari lalu. Masjid dua lantai yang dibangun di lahan 800 meter persegi tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan warga untuk ibadah. Ahok tidak ingin orang Islam yang datang ke Kalijodo meninggalkan salat.

Cobalah kita renungkan sejenak, bagaimana kalau kita yang berada di posisi Ahok. Mungkin tidak semua dari kita bisa berbesar hati menerima kenyataan harus dipenjara, apalagi karena kasus yang bisa dibilang abu-abu. Kesal dan geram adalah reaksi yang wajar. Tidak heran jika ada orang yang kemudian berubah jadi pesimis dengan sikap “Bodo amat dengan negara ini”, atau “untuk apa capek mengurusi negara ini, toh akhirnya tak dihargai juga”, atau “ngapain repot mikirin yang lain, lebih baik tenangkan diri dan tidur saja”. Reaksi kecewa bukanlah hal yang aneh ketika menyadari apa yang telah dilakukan dibalas dengan sesuatu yang tidak sebanding.

Tapi Ahok adalah salah satu dari sedikit orang yang memiliki jiwa yang besar. Tidak ada kebencian dan dendam pada apa yang menimpanya. Fisiknya memang berada di penjara tapi jiwa dan pikirannya masih memikirkan pembangunan Jakarta. Padahal kalau mau dipikir, Ahok punya hak untuk mengabaikan itu semua. Lebih mudah melepaskan itu semua dan bersikap persetan dengan semuanya. Tapi, tidak demikian sikapnya.

Mungkin gerombolan sumbu pendek penghuni bumi datar mau komentar, kalau apa yang dilakukan Ahok ini hanya pencitraan basi bau bangkai. Namanya juga sumbu pendek, otaknya mana paham hal beginian. Yang namanya pencitraan memang bisa ditutupi dengan make up abal-abal, tapi itu hanya SEMENTARA. Seiring berjalannya waktu, make-up tersebut luntur dengan sendirinya. Perlu juga disadari, karakter seseorang takkan bisa ditutupi dengan make-up apa pun selamanya. Orang yang asli pencitraan, takkan tahan dalam waktu lama. Kedoknya pasti akan ketahuan.

Ahok pencitraan? Seharusnya kalau Ahok pencitraan, dia tak peduli lagi dengan segala tetek bengek tentang Jakarta. Kenyataannya, kinerjanya mantap. Ini terbukti dari survey saat kampanye pilkada di mana kinerjanya diakui tapi banyak yang tak memilihnya karena alasan agama. Dan sebagai bonus, meski dijebloskan ke penjara, dia masih berusaha membangun Jakarta melalui Djarot. Begini masih dibilang pencitraan? Hanya otak sumbu pendek yang berpikir demikian. Yang asli pencitraan itu yang itu tuh, yang itu lah pokoknya. Siapa? Ya dia lah pokoknya. Koar-koar keras seolah pemberani tapi aslinya pengecut.

Dulu Ahok sempat menyatakan akan mundur dari dunia politik. Tapi who knows? Di penjara saja, masih punya niat memikirkan kemajuan Jakarta. Sama seperti Jackie Chan yang dari dulu bilang mau pensiun, tapi sampai sekarang malah makin produktif bikin film, kadang setahun sampai 2 film. Teman bilang ini sudah DNA-nya, hatinya sudah ke sana jadi sulit untuk mundur. Memang masih dini menilai, tapi saya tidak akan heran kalau nanti beliau memutuskan terjun lagi ke dunia politik. Nama Ahok sendiri sudah mendunia, tak perlu banyak promosi lagi. Rahasia langit, siapa yang tahu? Bukankah dunia memiliki banyak surprise yang tak disangka?

Share:

MENOLAK HADIR SAAT DI PERIKSA ??? SANDIAGA UNO TERLIBAT KASUS PENGGELAPAN TANAH !!!



Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan dirinya menerima panggilan untuk pemeriksaan lanjutan sebagai saksi kasus penggelapan tanah di Curug, Tangerang, oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Selasa (20/6/2017) esok.

Namun, Sandi berhalangan hadir esok karena sudah ada janji temu yang digagas dua bulan lalu.

"Kami ingin memenuhi panggilan tersebut. Tapi, sayangnya bersamaan dengan jadwal pertemuan di luar kota yang sudah disusun sejak dua bulan lalu," kata Sandi.

Sandi mengungkapkan, selain karena sudah punya jadwal, dia enggan hadir karena kuasa hukumnya juga sudah cuti. Meski begitu, Sandi menjanjikan dirinya akan datang pada panggilan berikutnya yang diagendakan oleh penyidik nantinya.

Sandi bersama rekannya, Andreas Tjahyadi, dilaporkan oleh Edward Soeryadjaya melalui Fransiska Kumalawati selaku penerima kuasa dari Edward, ke Polda Metro Jaya, beberapa bulan lalu.

Sandi dan Andreas dilaporkan karena diduga kuat menggelapkan uang hasil likuidasi sebuah perseroan yang sempat melibatkan mereka berdua dalam struktur kepengurusannya. Sandi sempat membantah hal tersebut dan merasa kasus ini ditunggangi oleh kepentingan lain.

Hal itu dikarenakan kejadian sudah berlangsung beberapa tahun lalu, namun laporan baru dilayangkan ketika dia mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017.
Share:

Tamparan Keras Untuk FPI........Imam Besar Masjid Istiqlal: Ucapan Ahok Bukan Penistaan Agama



siaranindoo.blogspot.com - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai Al Maidah 51 bukanlah penistaan. Menurut dia penistaan tidak tergambar dalam kalimat Ahok. Kalimat Ahok menyatakan surat Al Maidah digunakan orang lain untuk mempengaruhi pilihan politik.

"Saya juga menyimak betul apa yang disampaikan bapak gubernur. Saya memahami bahwa konteksnya tidak dalam arti menghina ayat ya," jelas Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar  kepada KBR, Selasa (01/11).

"Tetapi bagaimana pun juga statement misalnya 'dibohongi oleh surat Al-Maidah' macam-macam - redaksinya persis seperti itu - memang bisa menyakiti telinga orang lain, terutama yang beragama Islam," tambahnya.


Nasaruddin menyerukan kepada umat muslim agar lebih arif menghadapi situasi ini. Kata dia, seharusnya umat muslim tidak terpancing emosinya. Sebab, dalam kasus ini contohnya Ahok, bukanlah orang yang mendalami ayat-ayat Al Quran.


Selain itu, dia juga mengimbau seluruh politisi untuk tidak menggunakan ayat-ayat kitab suci dalam kegiatan politik. Sebab, hal itu bisa berakibat pada kemarahan. 


"Jadi dibohongi itu kan kalimat pasif. Sebetulnya ada subjeknya yang dihilangkan. Di dalam konteks sebelumnya itu adalah bapak ibu gitu ya, bapak ibu dibohongin itu sebagai predikatnya pakai surat itu adalah keterangan. Dalam konteks itu berarti yang dimaksudkan dibohongin dengan menggunakan. Jadi itu ayat itu dipakai sebagai alat membohongi bapak ibu yang di dalam konteks sebelumnya itu, gitu," papar Yeyen kepada KBR, Selasa (1/11/2016).

"Jadi dibohonginnya tidak mengacu pada ayatnya sebetulnya, tapi ayat itu dipakai sebagai alat untuk membohongi. Permasalahannya apakah yang membuat pernyataan itu, kan tidak menyatakan bahwa surat itu bohong kan gitu ya, tetapi menggunakan alat dengan ayat itu. Jadi memakai ayat itu sebagai alat membohongi orang, kan gitu maksud sintaksisnya," ujarnya. 
Dalam transkrip yang beredar seputar ucapan Ahok  di pulau Seribu tertulis, "Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa). Itu hak bapak ibu, ya."  


"Dan untuk umat Islam juga ada kehati-hatian juga dalam merespon," katanya.
"Janganlah sering dibawa ke politik," tandasnya lagi.  
Badan Reserse dan Kriminal  (Bareskrim) akan mendatangkan ahli bahasa, agama dan pidana untuk menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Ahok. Kata Direktur   Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Agus Andrianto seusai pemeriksaan Ahok di Bareskrim, Jakarta Pusat, Senin, 24 Oktober lalu, pemeriksaan itu untuk melengkapi keterangan saksi yang sudah diperiksa sebelumnya.  

Menurut Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yeyen Maryani, kata dibohongi adalah kalimat yang pasif. 

Yeyen  menjelaskan  dari sisi bahasa harus melihat konteksnya mengacu kemana.m.kbr.id
Share:

Semakin Terpojok, Jaksa KPK dan Majelis Hakim Akui Ada Aliran Dana Korupsi Ke Amien Rais

Jaksa KPK: Majelis Hakim Mengakui Ada Aliran Uang ke Amien Rais

siaranindoo.blogspot.com - Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan majelis hakim tidak menolak adanya aliran uang Rp 600 juta ke rekening milik bekas ketua MPR RI dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Amien Rais.

Jaksa KPK Ali Fikri mengatakan majelis hakim hanya tidak mempertimbangkan aliran uang tersebut karena tidak pasti bersumber dari pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan tahun 2005 yang menjerat Menteri Kesehatan 2004-2009 Siti Fadilah Supari.
"Fakta hukum, aliran dananya ada. Hakim sudah sependapat faktanya ada tapi tidak relevan dengan perkara ini," kata Ali Fikri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (16/6/2017).
Ali Fikri menegaskan pihaknya akan tetap mendalami aliran uang tersebut.
Ali Fikri mengatakan jaksa penuntut umum meyakini fulus tersebut terkait perkara lain.
"Tidak relevan dengan majelis hakim ya tapi artinya harus ada relevansinya dengan perkara di luar ini," kata Ali Fikri.
Sebelumnya majelis hakim memutuskan tidak mempertimbangkan aliran uang kepada Amien Rais.
Hal itu disampaikan mejelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta saat membacakan sidang putusan terdakwa Menteri Kesehatan RI 2004-2009 Sifi Fadilah Supari.
"Menimbang bahwa mengenai uang yang ditransfer kepada Sutrisno Bachir dan Amien Rais tersebut tidak dapat dipastikan uang tersebut berasal dari proyek alkes atau bukan," kata anggota majelis hakim Diah Siti Basariah.
Dalam sidang sebelumnya disebutkan bahwa uang tersebut berasal dari PT Mitra Medidua sebagai penyedia alat kesehatan. Uang tersebut ditransfer ke rekening ke Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF).
Atas perintah Nuki syahrun selaku ketua yayasan, Yurida Adlaini selaku kemudian mengalirkan uang tersebut ke rekening Amien Rais secara bertahap.

Transfer tersebut pertama kali pada 15 Januari 2007, kemudian 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007 dan 2 Nopember 2007 masing-masing Rp 100 juta. Sutrisno Bachir juga disebut menerima Rp 250 juta pada 26 Desember 2006.

Share:

Jika Benar Vonis 14 tahun Buni Yani Lebih Berat Dari Ahok.



 siaranindoo - Buni Yani tersangka tunggal pengunduh dan pengeditan video saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berada dikepulauan seribu. Di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Buni Yani yang didampingi 10 penasihat hukumnya.

Dalam persidangan perdananya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi M Taufik yang mendakwa Buni Yani melanggar Pasal 32 Ayat 1 juncto Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam Pasal yang menjerat Buni Yani akan mendapatkan dua ancaman kurungan penjara,"Ancaman yang pertama delapan tahun, yang kedua enam tahun," kata Andi.

JPU mengatakan, Buni telah mengedit video Ahok di jejaring video Youtube berjudul '27 Sept 2016 Gub Basuki T Purnama ke Kepulauan Seribu dalam rangka kerjasama dengan STP' yang diunggah Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi DKI Jakarta. Buni mengunduh video berdurasi 1 jam 48 menit itu pada Kamis 6 Oktober 2016.

Namun, tanpa seizin Diskominfo DKI Jakarta, dia mengedit isi video tersebut hingga durasinya menjadi 30 detik. Selain itu, dalam video yang diunggahnya ke jejaring sosial Facebook, Buni menghilangkan kata 'pakai' yang diucapkan Ahok.

Yang memberatkan hukuman Buni Yani ialah saat dia mengunggah dan menyebarkan video itu, dia menambahkan judul 'Penistaan Terhadap Agama' sehingga seakan-akan terjadi pelanggaran dalam video utuh yang diunggah Diskominfo DKI. JPU menilai hal ini akan mengganggu kondusivitas di masyarakat.

Saat JPU membacakan dakwaan kepadanya, Buni mengajuhkan keberatan atas vonis yang memberatkan dirinya. Dia mengaku tidak mengerti tentang dakwaan yang menjeratnya itu.

Persidangan selanjutnya akan digelar pada tanggal 20 Juni mendatangdi Gedung Perpustakaan Bandung, yang berlokasi tidak jauh dari PN Bandung. Majelis hakim yang dipimpin M Sapto pun menyetujui persidangan pekan depan dengan agenda eksepsi tersebut. (OL-2)
Share:

Gerilya Politik Rizieq Shihab di Tanah Arab




SIARANINDO, Jakarta - Di Indonesia, Rizieq Shihab tidak bisa bergerak bebas. Sebab, saat ini pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu sudah berstatus tersangka kasus dugaan pornografi yang menjeratnya. Ia pun sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Arab Saudi. Di tanah Arab itu, Rizieq Shihab leluasa bergerak.

Bahkan, boleh dibilang di tengah ibadah umrahnya di Tanah Suci itu, Rizieq Shihab menyempatkan diri melakukan semacam gerilya politik. Tengok saja, beberapa tokoh yang ditemui Rizieq Shihab.

Sebut saja pada Rabu, 14 Juni 2017 kemarin, Rizieq Shihab bertemu ulama besar Arab Saudi, Syekh Kholid Al Hamudi. Pada acara takziah meninggalnya ibu Syekh Kholid itu, Rizieq Shihab sempat bertemu dengan Zakir Naik.

Seperti diakui salah satu pengacara Rizieq, Sugito Atmo Pawiro kepada SIARANINDO, pertemuan keduanya berlangsung hangat. Rizieq Shihab mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Zakir Naik yang menyempatkan diri berkunjung ke Indonesia.

Sementara Zakir Naik, ia menambahkan, bangga dengan perjuangan Rizieq Shihab selama ini.

Hampir setiap hari Habib Rizieq Shihab tak punya waktu istirahat, banyak undangan dan kunjungan yang datang, kunjungan tokoh baik yang dari Indonesia yang lagi umrah maupun dari negeri lainnya tak henti-hentinya datang silih berganti," beber Andy.

Pertemuan Rizieq Shihab dengan beberapa tokoh di Arab Saudi dan di Indonesia tidak diketahui sudah direncanakan sebelumnya atau tidak. Namun yang pasti, publik sudah mengetahui keberadaan Rizieq Shihab yang saat ini kembali melakukan umrah di Arab Saudi.
Share:

Kapolri dan Jaksa Agung Diminta Patuh Terhadap KPK





SIARANINDO.com - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mengakui Ketua KPK mempunyai jabatan lebih tinggi daripada Kapolri dan Jaksa Agung.
Hal ini dilihat Bambang dari hierarki dan UU KPK.

Bicara soal hierarki sebetulnya kalau membaca UU KPK, itu bapak dari penegak hukum lain, atau yang mengkoordinir adalah KPK," ujar Bambang di acara buka puasa bersama Komisi III DPR RI, Jakarta, kamis (15/6/2017).

Bambang menjelaskan dalam UU tugas KPK melakukan pencegahan, penindakan, supervisi dan koordinasi.

Supervisi yang dimaksud adalah Ketua KPK Agus Rahardjo membimbing instansi-nstansi penegak hukum di bawahnya.

Artinya kan membimbing, ini dipimpin sama pak Agus. KPK adalah koordinasi mengkoordinir Jaksa Agung dan Kapolri," ungkap ANDY.

Andy menambahkan baik Kapolri Tito Karnavian dan Jaksa Agung HM Prasetyo harus taat terhadap perintah dari KPK.
Share:

Akibat Perbuataannya, Buni Yani Terancam Dipenjara





SIARANINDO, Jakarta Satu bulan setelah Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok divonis penjara dua tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Pengadilan Negeri Bandung akhirnya menggelar persidangan kasus Buni Yani.

Persidangan Buni Yani erat kaitannya dengan kasus Ahok, dimana Ahok diseret ke meja hijau setelah Buni Yani memposting video potongan pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang mengutip ayat 51 surat Al Maidah. Sementara Buni Yani menjadi tersangka di ruang sidang terkait aksinya mengunggah penggalan video pidato Ahok.

Dalam kasus ini, polisi tak mempermasalahkan konten video yang diunggah Buni Yani. Namun caption atau deskripsi yang ditulis Buni Yani di akun Facebook-nya dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2, juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelum menjadi pesakitan, Buni Yani sempat menggugat praperadilan, namun ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(Sidang perdana) jam 9 pagi di PN Bandung," ujar salah satu pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, Senin 12 Juni 2017 saat ditanya jadwal sidang kliennya.Kita sudah siapkan semua. Kita kan dengar dulu nanti dakwaannya seperti apa," kata lanjut Aldwin.

Hingga saat ini, pihaknya tetap yakin bahwa Buni Yani tidak bersalah. Menurut dia, unggahan Buni Yani tersebut adalah bentuk kritikan atas pernyataan Ahok terkait Surat Al Maidah ayat 51. Apalagi Ahok sudah divonis bersalah terkait kasus penodaan agama.

Share:

Anis Sandi : Janji Rumah Dp 0% Berjalan Tahun Depan






SIARANINDO, Jakarta - Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Sandiago Uno memastikan program pembelian rumah dengan uang muka (DP) nol rupiah bagi warga Jakarta bisa dimulai tahun depan.

Insya Allah 2018. Nanti diumumkan detilnya tapi untuk tahunnya insya Allah 2018. 2017 jelas nggak mungkin," ujar Anies saat ditemui di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 12 Juni 2017.

Anies mengatakan, realisasi program tersebut rencananya akan dilakukan di awal 2018 atau paling lambat di pertengahan tahun. Soalnya sedang mengadakan rapat penting menbahas soal rumah tanpa dp tersebut.

Karena ini pendanaan, ini kan satu mekanisme pembiayaan. Jadi supply rumahnya sudah banyak. Sudah banyak rumah yang dibangun. Yang belum adalah mekanisme pembiayaannya. Ini yang akan ditelaah," kata Anies.

Anies janji akan segera merampungkan peraturan daerahnya begitu ia resmi nanti menjadi gubernur DKI Jakarta. Dan dia berharap seluruh warga DKI Jakarta memiliki rumah tersebut

Sesegera mungkin (Pendanaanya). Bertahaplah satu-satu. Jangan sampai kita merasa bahwa semua urusan dikerjakan dalam satu waktu. Ada tenggang waktunya. Jadi kita lihat satu-satu," ucap Anies.
Dan calon Gubernur baru berharap pasti agar warganya bahagia terus. 

Ia mengaku sudah banyak pengembang atau investor yang tertarik ikut serta dalam pendanaan program tersebut. Namun ia masih enggan menyebutkan siapa saja pihak investor tersebut. Kata Anies.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku sudah ada pihak swasta yang telah mempromosikan DP 0 rupiah. Dan berharap semua investor lokal maupun asing siap membantu nya.

Hari ini iklannya sudah ada. Jadi kita yakin bahwa mereka akan menjalankan DP 0 rupiah. Bayangkan privat (sektor swasta) saja bisa apalagi pemerintah. Privat aja bisa ada yang bilang 'I will do it', apalagi pemerintah," pungkas Anies Baswedan.




Share:

KPK Terus Menerus Bikin Kegaduhan



Jakarta, Siaranindo - Ketua Panitia Khusus (PANSUS) hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agun Gunandjar Sudarsa menyayangkan sikap KPK yang mempersoalkan keabsahan pansus.

Menurut Agun , Pernyataan tentang keabsahan yang di ungkapkan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah justru membuat polemik serta pro dan kontra di masyarakat umum.
Selain itu Febri juga membahas soal anggaran pansus angket KPK yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Yang dikerjakan oleh KPK itu selalu membuat gaduh terus", ujar Agun saat ditemui saat kegiatan berbuka puasa di kediaman Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono, Polonia, Jakarta Timur, Sabtu (10/06/2017). "itu yang saya maksud, abuse of power.

Dia pun menyebut bahwa pernyataan yang dilontarkan juru bicara KPK terkesan ingin menyerang DPR. 
"Sedang kami persoalkan yang menyerang, tambahnya.

Selain itu Agun juga membantah anggapan yang menilai jelek hak angket tersebut yang merupakan bentuk pelemahan KPK.
Share:

Rizieq dan Firza Kompak Tak Hadir Pemeriksaan Konten Porno

Rizieq dan Firza Kompak Tak Hadir Pemeriksaan Konten Porno

Rizieq dan Firza Kompak Tak Hadir Pemeriksaan Konten Porno - Pentolan Front Pembela Islam (FPI)  Rizieq Shihab tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya pada hari ini. Begitu pula dengan Firza Husein yang sedianya akan diperiksa sebagai saksi terkait konten pornografi. 

Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan Rizieq tidak hadir karena pada waktu yang bersamaan memiliki agenda acara yang tak dapat ditinggalkan. 

"Belum hadir. Ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan," kata Sugito kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Selasa (25/4). Agen Togel

Sugito mengatakan informasi ketidakhadiran Rizieq tersebut sudah diberitahukan kepada pihak Polda Metro Jaya. Menurutnya, Rizieq siap hadir untuk agenda selanjutnya. "Minggu depan beliau siap BAP (berita acara pemeriksaan)," kata Sugito. 

Sementara Ketua Yayasan Solidaritas Cendana Firza Husein juga tidak hadir dalam pemeriksaan ini lantaran sakit. Kuasa hukum Firza, Azis Yanuar mengatakan, kliennya meminta jadwal pemeriksaan ulang ke Polda Metro Jaya selain pemeriksaan hari ini. "Tidak datang. Mau minta jawdal ulang," kata Azis.  Bandar Togel

Aziz mengatakan Firza akan kooperatif dalam pemeriksaan kasus ini. Namun demikian ia meminta kepolisian tidak hanya memeriksa kliennya, tapi juga mengusut pelaku penyebar konten ke media sosial. 

"Bukan malah pihak yang jadi korban malah diperiksa dulu dan dikriminalisasi," ucap Aziz.

Sebelumya, Aziz menilai tidak ada urgensi pemeriksaan Rizieq dalam kasus ini. Rizieq diketahui tidak pernah dimintai keterangan sebagai saksi selama ini di Polda Metro Jaya. 

"Menurut saya juga enggak ada urgensinya. Habib ini hanya sebagai korban, ada orang mau tenar, menghina beliau. Mereka mau blog atau website-nya tenar," kata Azis. Angka Jitu

Azis menegaskan, kliennya memastikan tidak pernah berpose seperti yang dimuat dalam blog 'baladacintarizieq'. Untuk membuktikan bahwa konten porno dalam blog tersebut adalah fitnah, Firza menegaskan bakal kooperatif selama diperiksa polisi.

"Klien kami enggak pernah berfoto seperti itu, pose-pose seperti yang ada di blog itu enggak pernah ada," ujar Azis.

Namun dia tak mau berkomentar terkait percakapan antara Firza dengan seseorang yang dipanggil Kak Emma. Namun, menurutnya, karena kliennya berteman dengan pemilik nama asli Fatihah tersebut, percakapan di antara mereka pasti dilakukan dengan pembahasan yang beragam.

"Kalau percakapan sebagai teman pasti ada obrolan. Tapi untuk yang beredar itu, saya enggak bisa komentar," ucapnya.

Polda Metro Jaya mendasarkan pemeriksaan para saksi tersebut berdasarkan dugaan pelanggaran atas UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

sumber : DISINI
Share:

PIDATO SESAT DR ZAKIR NAIK MENGATAKAN AHOK DAN PENDUKUNGNYA KAFIR



Entah disengaja atau tidak, kedatangan Zakir Naik bertepatan dengan putaran dua Pilkada DKI. Kedatangan Zakir Naik di Indonesia mau tidak mau akan dihubungkan dengan Ahok. Jika melihat ceramah-ceramah Zakir Naik sebelumnya, hampir sudah dipastikan beliau akan berpendapat yang menguntungkan kubu Anies. Dan sekarang terbukti, beliau berceremah di UPI dan membuat pernyataan yang mengerikan.

Ada kejadian menarik dimana seorang hadirin menanyakan pendapat Zakir Naik perihal “Ahok Bangun Mesjid Tapi dia tidak Solat”,

“Nama Saya Sofi dari Jakarta, saya hadir di sini Spesial untuk Anda (Dr Zakir Naik). Berdasarkan Pilkada di Indonesia, apa yang terjadi di sini adalah, Apakah dakwah atau pengrusakan saat Anda megumpulkan massa dan mengarahkan mereka untuk TIDAK memilih pemimpin kafir, meskipun orang tersebut sudah terbukti bekerja dengan sangat bagus membangun negara dan kota.”

“Apakah dakwah atau pengrusakan, saat Anda meminta masyarakat menutup mata dan telinga atas bukti nyata kinerja pemimpin kafir yang Luar Biasa tersebut? Jadi dimana letak Toleransinya jika seperti itu?”

Tanya saudari Sofie sembari menambahkan informasi bahwa dirinya terlahir di keluarga muslim dan ber KTP Islam, namun dia tidak mempercayai agama apapun.

Dan di awal Dr Zakir Naik menjawab “Bahwa seorang muslim dilarang memilih pemimpin kafir, meskipun sudah membangun infrastruktur yang baik”

“Pemimpin kafir ini tidak hanya membangun gedung, tapi juga bersikap baik dengan menghapus kemiskinan dan membangun masjid, lebih banyak masjid dan lebih banyak masjid” ujar saudari sofie menambahkan keterangannya.

Dan seraya langsung dijawab oleh Zakir Naik “Munafik, Dia membangun tempat ibadah untuk muslim tapi dia sendiri tidak sholat, Munafik”

Kemudian Dr Zakir Naik dengan tenang melanjutkan jawabannya:

“Di Al-Quran (Al-Maidah 51) disebutkan kata Aulia, yang pada konteksnya tidak selalu pemimpin namun, Kata Pemimpin termasuk dalam terjemahan kata Aulia dan pada konteks yang dimaksud ayat tersebut Aulia juga bisa diartikan sebagai pemimpin.” Ujar Dr Zakir Naik.

“Dan janganlah sekali-kali kamu (umat muslim) menjadikan mereka (non-Muslim) sebagai Aulia. Dan jika kamu melakukannya maka kamu termasuk dalam golongan mereka” Ujar Dr Zakir Naik mengutip terjemahan bebas dari Surat Al Maidah 51.

“Dan saat kita menterjemahkan Al-Quran, tafsir terbaik adalah dengan merujuk pada Al-Quran itu sendiri, kemudian baru merujuk pada tafsir dari hadist shahih.

PROMO TOGELTOP.COM JP PRIZE⇨ 2,PRIZE⇨ 3 AYO BURUAN DAFTAR!!!


Dalam ayat lain Allah memerintahkan Umat Islam agar selalu berbuat baik pada Non-Muslim (Kafir), Tapi Allah mengecualikan satu hal, Kalian Umat Islam yang beriman Jangan memilih Non-Muslim (Kafir) sebagai Aulia, teman sejati, penolong, pemimpin.

Jika ada dua pilihan pemimpin, yang satu kafir dan yang satu muslim, kemudian kita sebagai muslim memilih pemimpin kafir, maka pertolongan Allah tidak akan datang.” Ujar Dr Zakir Naik.

Zakir Naik melanjutkan bahwa “Itulah Perintah Allah, dan Perintah ini bukan ditujukan untuk Non-Muslim, Jadi Non-Muslim tidak diwajibkan mengikuti perintah ini.

Namun perintah ini ditujukan kepada Muslim yang percaya kepada Al-Quran.” Ujar Dr Zakir Naik yang diikuti dengan pertanyaan

“Jadi sebaik apapun orang tersebut untuk dijadikan pemimpin, Jika tidak sesuai dengan perintah Al-Quran, Maka kita sebagai seorang muslim yang taat, akan meninggalkannya.” Sanggah Zakir Naik seraya menyindir orang-orang yang mendukung pemimpin kafir dan meninggalkan perintah Al-Quran.

Zakir Naik memang tidak menyebut nama Ahok dan pendukungnya secara langsung sebagai orang yang munafik. Namun dari pernyataannya sudah bisa ditebak siapa yang dimaksud. Saya akan sedikit mengkritisi pernyataan Zakir Naik.
Share:

Inilah Alasan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno Absen Lagi



Melihat acara Ahok Djarot di Rosi yang diadakan di KompasTV, tentu kita melihat bahwa ada yang kurang. Hal yang kurang adalah sosok Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno. Mereka tidak hadir di acara tersebut di menit-menit terakhir. Menurut klarifikasi langsung dari Rosiana Silalahi, paslon tiga, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno tidak hadir di detik-detik terakhir.

Ternyata setelah tidak hadir di acara Debat di Rosi Kompas TV, Anies Baswedan meniru jejak Agus Harimurti Yudhoyono. Masih ingat kan saat Agus di putaran pertama Pilgub DKI Jakarta sering mangkir dari acara debat di televisi swasta namun malah gemar membuat pidato? Pidato di hadapan pendukungnya sendiri tentu. Jago kandang. Alasan Agus saat itu karena Ia sibuk menemui rakyat sehingga tidak sempat datang debat dan hal ini dulu sempat dikritisi oleh tim sukses Anies. Entah karena takut atau apa, kini Anies malah melakukan hal yang sama dengan Agus.

PROMO TOGELTOP.COM JP PRIZE⇨ 2,PRIZE⇨ 3 AYO BURUAN DAFTAR!!!



Berikut adalah pernyataan resmi dari Anies dan Sandi mengenai ketidakhadiran mereka di acara debat Kompas TV:

- Sampai detik terakhir, acara “Rosi dan Kandidat Gubernur” (untuk selanjutnya disebut “acara Rosi”) tidak pernah mendapatkan jawaban dari Tim Anies-Sandi tetapi acara Rosi secara sepihak terus mengiklankan acara debat.

- Pada saat acara Rosi sudah dikabari pada 27 Maret 2017 bahwa yang hadir adalah calon Wakil Gubernur (karena Cagub seminggu sebelumnya sudah ada acara debat di TV lain), acara itu masih terus diiklankan sebagai “Pertama Kali Kedua Pasangan Calon Bertemu dalam Putaran Kedua”. Ini jelas sebuah pengabaran yang tidak sesuai fakta. Pengiklanan oleh Acara Rosi yg tidak benar itu menjadi catatan khusus bagi tim Anies-Sandi. Terlihat bahwa Acara Rosi tidak taat etika.

- Disamping itu, tim Anies-Sandi menegaskan bahwa talkshow harus fokus pada adu gagasan, bukan adu sorak antar pendukung. Kami ingin dialog antar calon di TV bukan untuk memperuncing suasana tapi menjadi kesempatan untuk mendiskusikan program. Karena itu Tim Anies-Sandi meminta bahwa acara cukup dihadiri 30-50 undangan non pendukung paslon. Acara Rosi menolak permintaan tentang undangan terbatas itu dan menegaskan akan jalan terus, meskipun Kami sudah sampaikan resikonya adalah Bang Sandi tidak bisa hadir.

- Di sini, bahkan di saat sudah jelas tidak ada kesepakatan dan Bang Sandi jelas tidak hadir, Acara Rosi pun tetap saja mengiklankan bahwa dua pasang calon akan hadir. Sesuatu yang tidak seharusnya terjadi.

- Menanggapi juru bicara Tim Basuki-Djarot, Anies-Sandi, baik sebagai pasangan maupun sendiri-sendiri, tidak pernah memiliki trauma terhadap debat. Bahkan sekitar seminggu sebelum ini, Anies sekali lagi membuktikan dominasinya terhadap Basuki yang konon kekalahannya di debat itu disebabkan semata-mata karena beliau sedang sakit gusi.

Dan alasan tim sukses dari pihak Anies dan Sandi mereka tidak pernah mengatakan akan datang pada acara debat tersebut.
Share:

AHOK YANG DI SANTET DUKUN , MALAH DUKUN NYA YANG MENINGGAL


Memang benar kata pepatah kuno, "semakin tinggi pohon , makin kencang pula angin berhembus".
Begitu pula yang barusan di alami oleh mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjahaja Purnama. Gubernur DKI Jakarta yang akrab di sapa Ahok ini,memang sudah sering mendapat ancaman dari oknum - oknum yang tidak di ketahui asal usulnya berupa santet.

 “Dari dulu aku sewaktu masih menjabat sebagai Bupati Belitung timur, masih ada saja orang yang mau menyantet. Datang ke kantor saya, dan meludah-ludah di depan kediaman saya, masuk ke ruangan saya. Bukannya saya yang mati malah dukunnya yang tewas,” ungkap Basuki Tjahaja Purnama.

Dibalik data tersebut, ternyata disebutkan bahwa topik yang diperbincangkan dengan tanggapan negatif terhadap Ahok terkait dengan isu dugaan penistaan agama dan kasus E-KTP. Nah, disini menurut saya menjadi sangat unik. Dan saya menjadi maklum kenapa ada demo berjilid-jilid selalu dilakukan meski banyak ditentang dan tidak dianjurkan. Ya, denga n lain alasannya adalah ingin terus mempertahankan isu buruk Ahok di masyarakat Indonesia dan khususnya di DKI Jakarta. Kasus yang sudah dijalankan proses hukumnya masih terus diungkit dan dipaksa menghentikan dengan keputusan memenjarakan Ahok.

PROMO TOGELTOP.COM JP PRIZE⇨ 2,PRIZE⇨ 3 AYO BURUAN DAFTAR!!!


“Dulu kata Bapak saya kalau ada orang yang jahat sama kita, itu barang-barang yang buat nyantet ambil, gantung taruh di depan pintunya. Artinya apa? Kita itu lebih hebat dari dukun itu,” tegasnya.

Ahok mempersilahkan jika ada PNS yang coba-coba nekat menyantetnya.
“Saya sebenarnya tahu kalau ada orang yang mau jahat sama saya. Itu ruangan saya di wangi-wangiin, ditaruh macem. Tapi saya masih sehat, kalau kita benar kenapa takut meski diberondong peluru juga jangan takut, kita benar,” paparnya.

Sedangkan untuk kasus E-KTP yang dituduhkan kepada Ahok saya rasa itu sangat tidak berdasar sama sekali. Sangat cetek dan prematur jika bukti yang pernah diunggah oleh Jonru di akunnya itu yang dijadikan bukti keterlibatan Ahok terhadap kasus E-KTP. Kalau seandainya kaum penghuni bumi datar mau menghargai proses hukum, tentunya tidak akan ada alasan untuk menjegal Ahok. Meski sudah basi dan terlalu basi tetap saja dimunculkan. Meski tak terbukti dan tidak akan pernah terbukti tetap saja harus diangkat.

Share:

Partai Nasional Demokrat Mengusung Ridwan Kamil Menjadi Cagub Jawa Barat 2018



Ridwan kamil yang merupalan walikota Bandung di dukung oleh partai nasdem untuk menjadi calon gubernur Jawa barat pada pilkada 2018 mendatang. Walikota Bandung yang akrab di sapa 'kang emil' tersebut mengucapkan banyak terima kasih kepada pastai nasdem yang telah mendukung nya pada pemilihan calon gubernur mendatang. 

Dalam orasi politiknya, Emil menyatakan, manuver politik dengan semangat 'Man Jadda Wa Jadda' akan menjadi motivasi untuk menjalankan pembangunan di Jawa Barat.Setelah ini, DPW Partai Nasdem Jawa Barat akan menjalin komunikasi politik dengan partai-partai lain untuk berkoalisi agar memenuhi syarat pendaftaran di KPU Jawa Barat. Nasdem di DPRD Provinsi Jawa Barat saat ini memiliki lima kursi.

Sebelum pengukuhan dukungan Partai Nasional Demokrat untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil diarak dengan atraksi seni khas sunda yakni Singa Depok.
Ridwan yang menggunakan kemeja safari biru tua dan peci ini, didampingi ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustafa. Turut juga hadir Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Setibanya di lapangan alun-alun Tegalega, masyarakat yang tengah berolahraga, langsung menghampiri arak-arakan tersebut.

Sebelumnya, Saan Mustofa menyatakan bahwa deklarasi dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil merupakan ketegasan dukungan dan pengusungan dari partainya untuk maju dalam Pilgub 2018.
"Dukungan dan pengusungan, sekaligus besok itu berikan rekomendasi dukungan kami dari DPP ke kang Emil. Ini bisa dijadikan modal awal mencari partai lain," kata Saan di Pendopo Kota Bandung Jawa Barat, Sabtu, 18 Maret 2017.

Saan mengklaim, pengusungan Ridwan itu ditetapkan berdasarkan hasil survei internal dan tingkat akseptabilitas di Jawa Barat, cukup tinggi.
"Nasdem sudah gak ragu-ragu, gak rubah-rubah lagi, haqul yakin bahwa kami cuma mendukung kang Emil," katanya.

Menurutnya, hasil tersebut menjadi tantangan bagi Ridwan agar mengaplikasikan kualitasnya pada ruang lingkup daerah se-Jawa Barat. Saan menilai, karakter imajinasi yang tinggi, mampu menjawab tantangan kompleks di Jawa Barat.
"Tentu visioner, fururistik, punya imajinasi yang tinggi dan itu melahirkan tipe kepeimpinan yang kreativ dan inovatif, ini juga yang mendorong kita," katanya.
Share:

Ahok Di fitnah Kembali


www.togeltop.com

Jakarta.Ahok Jadi Fitnahan oleh Anggota Yang Tidak Suka Ahok Menjadi Gubernur DKI Kembali
Fitnahan Yang Di tujukan Ke Ahok Berbagi Macam Fitnahan Yang Tidak Benar Yang Akan Menjatuhkan Ahok Dari Jabatannya Yang Sekarang
Tetapi Tuhan Pun Tau Mana Yang Benar dan Salah Maka Dari Itu Ahok Masih Tetap Di sayangi Oleh Semua Masyarakat Indonesia Yang Ada Di Berbagi Kota Indonesia
Seakarang Oarng Orang Yang Selalu Menjatuhkan Mana Baik Ahok Akan Kena Sangsi Bukan Dari Manusia Melain kan Tuhan Yang Maha Esa

Indonesia Dalam Puluhan Thaun Tidak Ada Perkembangan Yang Maju Dan Menciptakan Kota Yang Yang Sangat Bersih Dengan Yang Sekarang , Sekarang Sudah Bisa Kita Lihat Dengan Mata Sebuah Pemandangan Dan Kebersihan Salah Satunya Di Kota Jakarta Yang Sekarang Ini

Sekarang putaran Kedua Akan Di mulai  Fitnahan Pun Akan BermunCul Kembali  Tetapi Jangan Takut Pak Ahok Masyarakat Indonesia Masih Ada Bersama Bapak Maju Pak Ahok
Uasar Ini Datang Dari Nitezen  Yang Selalu Mendukung Kerjaan Pak Ahok

Share:

Powered by Blogger.

KLASMENT SOCCER

PAITO 3 PASARAN BESAR

Pages

Theme Support

 
site hit counter